Chromium

Apa manfaat dari makanan-makanan yang banyak mengandung gizi chromium untuk anda?

  • Membantu menjaga level-level gula darah dan insulin agar tetap normal
  • Mendukung level-level normal dari kolesterol

Kejadian dan faktor gaya hidup apa saja yang bisa mengindikasikan suatu kebutuhan untuk memperbanyak asupan makanan yang tinggi kandungan gizi chromium?

  • Hyperinsulinemia (peningkatan level insulin)
  • Tekanan darah tinggi
  • Level-level triglyceride yang tinggi
  • Level-level gula darah yang tinggi
  • Level-level kolesterol yang tinggi
  • Insulin resistance
  • Kolesterol HDL rendah

Sumber-sumber makanan yang banyak mengandung chromium itu antara lain bawang, tomat, brewer's yeast, oysters, whole grains, bran cereals, dan kentang.

Banyak orang yang tidak mendapatkan chromiun di dalam diet mereka karena metode-metode pengolahan makanan yang menghilangkan chromium di dalam makanan-makanan yang umum dikonsumsi.

Apa itu Chromium?

Mineral essensial ini, yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil, pertama kali ditemukan pada tahun 1797 oleh seorang ahli kimia di Prancis yang bernama Louis Nicolas Vaquelin.

Bertahun-tahun kemudian, seorang dokter dan peneliti ilmiah di Amerika yang bernama Walter Mertz, menemukan bahwa chromium itu memainkan suatu peranan kunci dalam metabolisme karbohidrat, yang kemungkinan berpartisipasi dalam pembentukan suatu zat khusus yang diberi nama "glucose tolerance factor," atau GTF.

Para peneliti masih belum jelas apakah GTF itu sebenarnya adalah suatu zat kimia aktual atau bukan. Tapi mereka sudah yakin bahwa gizi-gizi yang berhubungan dengan GTF itu—meski mungkin tidak tergabung dalam satu struktur kimia—memainkan suatu peranan penting dalam keseimbangan gula darah.

Zat-zat kimia ini antara lain chromium (yang mungkin merupakan komponen paling aktif), nicotinic acid (suatu versi dari vitamin B3), dan asam-asam amino yang membentuk glutathione (glutamic acid, cysteine, dan glycine).

Apa Saja Fungsi Chromium?

Mengontrol Level Gula Darah

Sebagai komponen aktif dari glucose tolerance factor(GTF), chromium memainkan suatu peranan fundamental dalam mengontrol level gula darah.

Fungsi utama dari GTF adalah untuk meningkatkan aksi insulin. Insulin itu adalah hormon yang bertanggung jawab untuk membawa gula (glucose) ke dalam cell-cell dimana gula tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Setelah makan, level gula darah mulai meningkat, dan, dalam merespon peningkatan tersebut, pankreas mengeluarkan insulin. Insulin menurunkan level gula darah dengan cara menaikkan tingkat kecepatan glucose untuk memasuki cell-cell.

Untuk mencapai hal tersebut, insulin harus mampu mengaitkan diri dengan receptor-receptor yang terdapat pada permukaan cell-cell. GTF itu dipercaya mampu menginisiasi pengaitan insulin ke receptor-receptor insulin.

Memetabolisme Kolesterol dan Nucleic acid

Chromium mungkin juga berpartipasi dalam metabolisme kolesterol, menyiratkan suatu peranan untuk mineral ini dalam menjaga level kolesterol agar tetap normal. Selain itu, chromium itu terlibat di dalam metabolisme nucleic acid. Nucleic acids itu adalah bahan dasar dari DNA, yaitu materi genetik yang di temukan di dalam setiap cell.

Apa Saja Gejala dari Kekurangan Chromium?

Kekurangan asupan chromium itu dipercaya telah menyebar di Amerika, suatu dampak dari metode-metode pengolahan makanan yang membuang sebagian besar dari chromium alami dari makanan-makanan yang umum dikonsumsi.

Kekurangan chromium mengarah pada insulin resistance, yaitu suatu kondisi di mana cell-cell dari tubuh tidak merespon terhadap kehadiran insulin. Insulin resistance bisa mengarah pada peningkatan level insulin (hyperinsulinemia) dan meningkatkan level glucose, yang pada akhirnya menyebabkan penyakit jantung dan atau diabetes.

Bahkan, kekurangan asupan chromium ringan sekalipun, itu berhubungan dengan suatu kondisi medis yang dikenal sebagai Syndrome X.

Syndrome X mewakili suatu kumpulan gejala, termasuk hyperinsulinemia, tekanan darah tinggi, level triglyceride yang tinggi, level gula darah yang tinggi, dan level kolesterol HDL yang rendah, yang semuanya akan meningkatkan resiko seseorang untuk terkena penyakit jantung.

Apa Saja Gejala dari Keracunan Chromium?

Di tahun 2001, Institute of Medicine di National Academy of Sciences melakukan suatu review menyeluruh mengenai penelitian chromium, dan menyimpulkan bahwa asupan chromium yang berlebihan itu tidak berhubungan dengan efek negatif apapun.

Sebagai hasilnya, tidak ada Tolerable Upper Intake Level (UL) yang ditetapkan untuk mineral ini.

Namun, Institute of Medicine mencatat bahwa orang-orang yang memiliki penyakit ginjal dan liver itu mungkin lebih rentan terhadap efek negatif dari asupan chromium yang berlebihan, dan memperingatkan orang-orang untuk menghindari meminum supplement chromim dalam dosis yang lebih tinggi dari jumlah-jumlah yang direkomendasikan.

Apa Dampak dari Pengolahan, Penyimpanan, atau Pemrosesan Terhadap Chromium?

Di bawah sebagian besar kondisi, metode-metode pengolahan makanan itu menurunkan kandungan chromium alami di dalam makanan. Misalnya, chromium alami yang terdapat di dalam bran dan germ dari whole grain.

Saat whole grain itu digiling untuk membuat tepung, germ dan bran itu dibuang, dan konsekuensinya adalah sebagian besar chromium itu hilang.

Selain itu, penghalusan gula tebu dan sugarbeet untuk membuat gula (sucrose), telah membuang sebagian besar chromium yang terdapat secara alami di dalam tumbuhan.

Di sisi lain, makanan-makanan acidic yang dimasak menggunakan peralatan dapur yang terbuat dari stainless steel itu bisa mengakumulasi chromium dengan cara melepaskan mineral tersebut dari peralatan masak.

Faktor Apa Saja yang Berkontribusi Terhadap Suatu Kekurangan Chromium?

Jika anda memiliki diabetes atau penyakit jantung, maka jumlah chromium di dalam tubuh anda itu perlu di tingkatkan. Anda juga memerlukan chromium ekstra jika anda mengalami cidera atau trauma fisik atau stress mental.

Semua kondisi tersebut meningkatkan pengeluaran chromium. Tapi selain itu, dalam kasus stress, kebutuhan untuk meningkatkan chromium mungkin berhubungan langsung dengan ketidak seimbangan gula darah.

Di bawah kondisi stress berat, tubuh meningkatkan ouput dari hormon-hormon tertentu. Perubahan-perubahan hormonal ini mengubah keseimbangan gula darah, dan pengubahan keseimbangan gula darah ini menciptakan suatu kebutuhan untuk memperbanyak chromium.

Bagaimana Gizi Lain Berinteraksi Dengan Chromium?

Diet-diet yang tinggi dalam gula simple itu meningkatkan pengeluaran chromium dari dalam tubuh melalui urine, dan merampas sebagian dari chromium yang dibutuhkan oleh tubuh.

Diet-diet yang tinggi dalam whole grain juga bisa mengurangi penyerapan chromium, karena whole grain mengandung suatu zat yang disebut phytic acid, yang bisa mengikatkan diri ke chromium, membentuk suatu insoluble complex, dan menghalangi penyerapannya.

Namun whole grains, mengandung jumlah chromium yang signifikan, dan aktivitas dari phytic acid di dalam grain tidak menghalangi kita untuk mendapatkan chromium dari makanan-makanan whole grain.

Sehingga, suatu diet yang kaya dalam whole grain itu masih tetap kecil kemungkinannnya untuk meningkatkan resiko kekurangan chromium.

Ascorbic acid (vitamin C) meningkatkan penyerapan chromium.

Penyakit Apa Saja yang Membutuhkan Penekanan Khusus pada Chromium?

Chromium mungkin memainkan suatu peran dalam pencegahan dan atau pengobatan dari penyakit-penyakit berikut ini:

  • Jerawat
  • Glaucoma
  • Level kolesterol yang tinggi
  • Level triglyceride yang tinggi
  • Hypoglycemia
  • Obesitas
  • Psoriasis
  • Diabetes type 2

Makanan Apa Saja yang Menyediakan Chromium?

Meski chromium muncul secara alami di dalam berbagai jenis makanan, tapi banyak makanan yang hanya mengandung 1 atau 2 microgram (mcg) chromium per sajian.

Selain itu, metode-metode pengolahan makanan seringkali menghilangkan kandungan chromium di dalam makanan. Sehingga, untuk mendapatkan suatu jumlah chromium yang cukup dari di dalam diet itu bisa menjadi sulit.

Lebih jauh lagi, untuk menentukan kandungan chromium di dalam makanan itu problematik karena tidak cukupnya sarana-sarana untuk menganalisa. Akibatnya, saat ini database komposisi makanan yang tersedia tidak mengandung informasi yang akurat mengenai jumlah chromium yang ditemukan di dalam berbagai makanan.

Sumber-sumber makanan yang mengandung chromium itu antara lain bawang, tomat, brewer's yeast, oysters, whole grains, bran cereals, dan kentang.

Banyak orang yang tidak bisa mendapatkan jumlah chromium yang cukup di dalam dietnya akibat metode-metode pengolahan makanan yang membuang chromium alami dari dalam makanan-makanan yang umum di konsumsi.

Beer dan wine bisa mengakumulasi chromium selama proses fermentasi dan karenanya dianggap sebagai sumber-sumber asupan dari mineral ini.

Apa Saja Rekomendasi Kesehatan Publik Saat ini untuk Chromium?

Level-level Adequate Intake (AI) untuk chromium, yang ditetapkan pada tahun 2001 oleh Institute of Medicine di National Academy of Sciences adalah sebagai berikut:

  • 0-6 bulan: 0,2 microgram
  • 7-12 bulan: 5,5 microgram
  • 1-3 tahun: 11 microgram
  • 4-8 tahun: 15 microgram
  • Anak laki-laki 9-13 tahun: 25 microgram
  • Anak perempuan 9-13 tahun: 21 microgram
  • Anak laki-laki 14-18 tahun: 35 microgram
  • Anak perempuan 14-18 tahun: 24 microgram
  • Pria 19-30 tahun: 35 microgram
  • Wanita 19-30 tahun: 25 microgram
  • Pria 31-50 tahun: 35 microgram
  • Wanita 31-50 tahun: 25 microgram
  • Pria 51-70 tahun: 30 microgram
  • Wanita 51-70 tahun: 20 microgram
  • Pria lebih dari 70 tahun: 30 microgram
  • Wanita lebih dari 70 tahun: 20 microgram
  • Wanita hamil 14-18 tahun: 29 microgram
  • Wanita hamil 19-50 tahun: 30 microgram
  • Wanita menyusui 14-18 tahun: 44 microgram
  • Wanita menyusui 19-50 tahun: 45 microgram