Diet Jerawat

Diet jerawat (acne diet) atau lebih tepatnya lagi diet untuk membersihkan jerawat (acne-free diet), adalah diet yang mengklaim bisa membersihkan atau menghilangkan jerawat.

Dikalangan medis, terjadi perdebatan mengenai dampak dari diet terhadap jerawat. Namun, beum ada bukti yang mendukung ide bahwa apa yang kita makan mungkin mempengaruhi kulit.

Setelah mereview hasil research selama hampir lebih dari 40 tahun, para dokter dan ahli kulit, misalnya Dean Goodless, telah mengembangkan serangkaian rekomendasi mengenai makanan-makanan yang mungkin bisa mencegah jerawat.

Dalam bukunya, The Acne-Free Diet Plan, Dr. Goodless mempresentasikan rekomendasinya ini. Untuk mencegah dan mengobati jerawat, dia menganjurkan untuk menjalani diet yang rendah lemak dan tinggi serat, yaitu dengan cara menghindari produk-produk yang mengandung kacang-kacangan, makanan yang di goreng, makanan yang banyak mengandung garam, gula, serta karbohidrat.

Asal Muasal

Selama orang masih mengalami jerawat, akan ada percobaan untuk menghilangkan atau mencegahnya. Semua kultur umumnya mempunyai ramuannya sendiri untuk membersihkan kulit.

Barulah 50 tahun belakangan ini para peneliti mulai serius melakukan berbagai penelitian untuk mengkonfirmasi atau menyelidiki berbagai ramuan ini, untuk mencari tahu mana yang benar dan mana yang cuma mitos.

Salah satu penelitian awal mengenai makanan dan jerawat ini difokuskan pada coklat. Penelitian ini menemukan bahwa coklat tidak menyebabkan jerawat. Semenjak itu, berbagai penelitian lain mengkonfirmasi penemuan ini.

Perawatan jerawat umumnya ditekankan pada hasil penelitian, namun, ada beberapa penelitian yang mengeksplorasi efek dari vitamin dan supplemen mineral tertentu terhadap jerawat.

Penelitian lainnya menyelidiki kelompok etnis dan komunitas tertentu dari Kepulauan Pasific sampai Afrika yang hanya sedikit atau jarang mengalami jerawat, bahkan selama masa pubertas.

Saat diet dari orang-orang ini dibandingkan dengan diet Western umumnya, ada perbedaan nutrisi yang significant. Kelompok etnis yang sangat jarang mengalami jerawat ini, dietnya didominasi oleh makanan yang berasal dari tanaman dan rendah lemak serta gula.

Sementara, diet Western itu penuh dengan daging, lemak saturated, gula, dan makanan yang sudah diproses. Dengan mempelajari perbedaan ini, para dokter dan peneliti telah mengembangkan rekomendasi perubahan diet untuk mencegah atau menghilangkan jerawat.

Dekripsi

Setelah menggabungkan hasil dari berbagai penelitian, para dermatologis dan ahli nutrisi menyusun daftar makanan yang perlu dihindari, dan vitamin serta mineral yang bermanfaat untuk dikonsumsi.

Berikut ini diet jerawat (acne diet) yang diusulkan untuk membantu pencegahan dan pengobatan jerawat:

  • makan 20 sampai 30 gram serat per hari - Serat bisa membantu menjaga usus tetap bersih dan mungkin bisa membuang racun dari dalam tubuh sebelum sempat mencapai kulit.
  • Jalani diet yang rendah lemak - Kultur yang diet naturalnya rendah lemak, punya jerawat lebih sedikit, dan konsumsi lemak yang tinggi mungkin meningkatkan level hormon di dalam tubuh sehingga menyebabkan kulit menjadi kusam.
  • Hindari produk yang mengandung kacang-kacangan - Dari hasil penelitian terhadap 500 orang remaja, produk-produk yang mengandung kacang terbukti telah menyebabkan jerawat.
  • Hindari makanan yang digoreng - Makanan yang digoreng juga terbukti menyebabkan jerawat.
  • Batasi garam terutama iodized salt - Banyak orang yang mengalami jerawat mempunyai level iodine yang tinggi di dalam aliran darahnya.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung garam misalnya makanan kaleng - Makanan ini mengandung garam yang tinggi, dan terkadang juga banyak mengandung lemak.
  • Hindari produk yang terbuat dari susu, misalnya keju dan es cream.
  • Hindari karbohidrat yang sudah diproses misalnya soda, manisan, dan makanan yang dipanggang - Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan meningkatkan level insulin di dalam darah dan ini mungkin akan meningkatkan resiko timbulnya jerawat akibat perubahan hormon di dalam tubuh.

Selain mengikuti diet yang dianjurkan tersebut, mengkonsumsi supplemen berikut ini juga dianjurkan untuk membantu mencegah jerawat:

  • Vitamin A (mungkin bisa menjadi racun, kunsultasikan dulu dengan dokter)
  • Vitamin E
  • Vitamin B6
  • Selenium
  • Zinc
  • Omega-3 Fatty Acid
  • Chromium

Fungsi

Dikalangan medis, ada opini yang berbeda-beda mengenai apakah diet memegang peranan penting dalam pencegahan dan perawatan jerawat. Beberapa pemahaman yang keliru mengenai hubungan antara makanan dan jerawat telah ditolak. Sebagai contoh, menurut beberapa penelitian, coklat tidak menyebabkan jerawat.

Jerawat disebabkan oleh kelenjar di dalam kulit  yang disebut sebaceous glands. Kelenjar ini menghasilkan minyak lengket yang disebut sebum. Kelenjar ini dipicu oleh hormon-hormon yang mulai aktif saat pubertas. Itulah yang menyebabkan kenapa jerawat seringkali terjadi di usia remaja saat hormon-hormon ini mulai meningkat.

Minyak yang terbentuk oleh kelenjar sebaceous ini akan menahan cell kulit mati, sehingga cell tersebut akan terus menempel. Saat cell-cell ini mati, mereka menjadi tempat yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.

Saat bakteri yang disebut Acne Vulgaris ini menjadi terlalu banyak, maka mereka akan mencoba untuk keluar dari kulit sehingga menyebabkan bisul. Terkadang, saat bakteri ini berkembang, tubuh akan mengirimkan cell darah putih untuk memerangi infeksi. Reaksi natural ini bisa menyebabkan terbentuknya nanah dilapisan kulit bagian bawah.

Coklat mungkin memang tidak menyebabkan jerawat, namun lemak dan gula yang biasa menemani coklat itulah yang menyebabkan jerawat.

Dengan menghindari makanan tertentu dan menambah jumlah vitamin serta mineral tertentu, mungkin bisa mengurangi jumlah sebum dan mencegah jerawat.

Namun, interaksi antara diet dan jerawat itu tidaklah sesederhana seperti hubungan sebab dan akibat.

Jika sebuah makanan berminyak dimakan, minyak tersebut tidak akan dikirimkan ke kulit atau menyebabkannya berminyak, melainkan lemak di dalam makanan tersebut mungkin akan mempengaruhi produksi hormon-hormon tertentu, misalnya testosterone. Dalam level yang tinggi, hormon ini mungkin menyebabkan jerawat.

Banyak makanan yang tinggi karbohidrat dipercayai bisa memperparah jerawat. Para peneliti telah menemukan bahwa makanan yang tinggi karbohidrat akan meningkatkan level insulin, dan level insulin yang tinggi akan meningkatkan hormon di dalam darah.

Para peneliti juga mengetahui bahwa sebenarnya tidak semua karbohidrat itu buruk. Beberapa jenis karbohidrat akan dicerna lebih lambat sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.

Para peneliti telah mengembangkan glycemic index untuk merangking karbohirat dan makanan lain berdasarkan efeknya terhadap gula darah.

Makanan-makanan yang mempunyai rating glycemic index (GI) tinggi ini antra lain: white bread, white rice, white potatoes, tergantung dari bagaimana makanan tersebut dimasak. Selain itu beer, produk jagung dan beberapa produk yang mengandung gula halus.

Makanan dengan nilai glycemic index antara lain: whole grain breads dan pasta, brown rice, sweet potatoes, green peas, dan buah-buahan (terutama saat tidak dicampur dengan makanan lain) dan yogurt. Banyak dari makanan ini yang masuk dalam daftar makanan yang dilarang dalam diet jerawat (acne diet).

Manakan dengan nilai GI rendah antara lain: rye grain, nuts, legumes misalnya black beans dan lentils, sayuran hijau, apricots, dan cherrie. Makanan-makanan ini mungkin diperbolehkan dan tidak memperparah jerawat.

Makanan yang banyak mengandung serat cenderung untuk punya nilai GI yang rendah, karena serat butuh waktu lebih lama untuk dicerna. Penelitian menunjukkan bahwa kehadiran dari makanan-makanan lain misalnya lemak yang berasal dari minyak zaitun juga bisa memperlambat proses pencernaan dan menjaga gula darah tetap stabil.

Glycemic index bisa digunakan dalam diet jerawat (acne diet) untuk membantu memilih jenis karbohidrat yang bisa dimakan dengan efek yang lebih ringan terhadap gula darah.

Keuntungan

Meski jika banyak ahli kulit yang tidak percaya bahwa perubahan diet bisa membantu dalam pencegahan dan pengobatan jerawat, namun hampir tidak ada bahanyanya untuk mencoba mengadopsi diet yang menganjurkan untuk makan buah dan sayuran serta membatasi makanan yang sudah diproses dan banyak mengandung gula.

Makan makanan yang punya nilai glycemic index (GI) rendah mungkin bisa membantu untuk mencegah penyakit lain, misalnya diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.

Peringatan

Dengan membatasi konsumsi produk susu di dalam diet mungkin akan mengurangi jumlah kalsium, karena itulah, supplemen kalsium mungkin dibutuhkan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan kalsium. Sebab, kekurangan kalsium bisa sangat mengganggu kesehatan.

Supplemen zinc bisa menyebabkan perut terasa tidak nyaman. Penulis dari program diet jerawat ini merekomendasikan tidak lebih dari 30 mg zinc per hari untuk menghindari hal ini.

Vitamin A adalah vitamin yang dapat larut dalam lemak. Itu berati bahwa kelebihan vitamin A, lebih cenderung akan disimpan di dalam tubuh dari pada dibuang melalui urine. Terlalu banyak vitamin A bisa berbahaya. Jadi, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi vitamin A.

Wanita yang hamil atau mungkin akan menjadi hamil seharusnya tidak boleh mengkonsumi supplemen vitamin A. Sebab, kelebihan vitamin A mungkin akan menyebabkan birth defects pada bayi yang dikandung oleh wanita yang terlalu banyak mengkonsumsi vitamin A.

Resiko-resiko

Ada beberapa resiko yang berhubungan dengan diet jerawat ini. Sebagian besar berhubungan dengan zinc, vitamin A, dan kalsium.

Zinc mungkin akan mencegah tubuh untuk menyerap zat besi. Untuk menghindari hal in, pilih supplemen yang secara khusus menyatakan tidak mencegah penyerapan zat besi.

Vitamin A dalam dosis tinggi bisa menyebabkan keracunan. Banyak obat jerawat yang mengandung bentuk konsentrat dari vitamin A. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi vitamin A.

Membatasi jumlah kalsium bisa menyebabkan kekurangan kalsium dan menyebakan masalah yang serius terhadap kesehatan. Supplementasi mungkin akan diperlukan.

Vitamin A dalam dosis tinggi bisa menyebabkan birth defects jika dikonsumsi selama masa kehamilan. Wanita hamil seharusnya tidak mengkonsumsi supplemen vitamin A atau obat-obatan yang mengandung vitamin A.

Penelitian

Meski para ahli kulit umumnya tidak setuju bahwa mengubah diet mungkin bisa mencegah jerawat, namun sudah menjadi standar praktek bagi banyak dokter untuk menganjurkan pasiennya agar menghindari makanan yang sepertinya memperparah jerawat.

Para ahli umumnya menyetujui bahwa zinc dan vitamin A bisa membantu mengurangi jerawat. Bahkan, Acutane dan Retin A, adalah resep yang populer digunakan untuk merawat jerawat karena keduanya dibuat dari vitamin A.

Penelitian mengenai diet dari kelompok etnis yang punya kecenderungan lebih rendah untuk mengalami jerawat adalah basis dari program diet ini.

Penelitian diet dari suku asli di New Guinea, Paraguay, dan Afrika Utara, yang semua hanya sedikit atau tidak mengalami jerawat, menunjukkan bahwa apa yang mereka makan utamanya berasal dari tanaman.

Begitu juga dengan di negara lain dimana dietnya berbasis tanaman, misalnya Jepang, dimana jerawat relatif jarang terjadi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa setengah dari pasien jerawat memiliki level glucosa yang abnormal, dan dalam penelitian lain, 80% dari wanita yang premenstrual dan mengalami jerawat punya metabolisme glocosa yang abnormal.

Data ini dan data lain yang menunjukkan diet tinggi karbohidrat meningkatkan level testosterone di dalam darah telah mengarah pada rekomendasi pengurangan jumlah makanan yang banyak mengandung karbohidrat atau gula untuk perawatan jerawat.

Para peneliti telah mengembangkan sebuah metode untuk mengukur seberapa cepat karbohidrat akan dikonversi menjadi glucose. Semakin cepat makanan dikonversi menjadi glocose, semakin tinggi level insulin di dalam darah. Skala ini disebut glycemic index.

Dengan memakan makanan yang punya nilai GI rendah mungkin bisa mengurangi jumlah dan tingkat keparahan jerawat.

Sebuah penelitian yang melibatkan 45.000 perawat menemukan hubungan antara jumlah produk susu yang dikonsumsi oleh para wanita ini dan tingkat keparahan jerawat yang mereka alami.

Wanita yang mengkonsumi produk susu dalam jumlah yang tinggi tingkat keparahan jerawatnya juga lebih tinggi. Begitu juga dengan dua kelompok etnis yang jarang atau tidak mengalami jerawat mereka tidak mengkonsumsi produk susu.

Beberapa penelitian telah membandingkan hasil dari supplementasi zinc dengan theraphy antibiotik oral untuk mengatasi jerawat dan menemukan zinc hampir selalu sama efektifnya dengan antibiotik tetracycline.