Macrobiotic Diet

Apakah anda masih terus mengikuti perkembangan program-program diet di Hollywood akhir-akhir ini?

Mulai dari South Beach Diet sampai Atkins Diet, terkadang cukup sulit untuk melacak semua perkembangannya.

Anda juga mungkin pernah mendengar tentang Macrobiotic Diet, yang banyak mendapat dukungan dari para artis Hollywood, misalnya Gwyneth Paltrow dan Madonna.

Macrobiotic diet bukanlah cuma sekedar program diet, melainkan sebuah gaya hidup.

Jika anda menyukai konsep dari sebuah menu diet yang merekomendasikan anda untuk hanya memakan makanan yang berasal dari tanaman natural dan organik (ditambah sedikit ikan), dan menginginkan sebuah gaya hidup serta pilihan menu makanan yang lebih spiritual, maka program diet microbiotic ini mungkin cocok untuk anda.

Apa yang dimaksud dengan Macrobiotic Diet?

Originalnya, program diet ini berasal dari Jepang. Prinsip yang melatar belakangi program diet microbiotic ini adalah menggabungkan antara ajaran Budha dengan gaya hidup vegetarian ala Western.

Kata "macrobiotic" berasal dari bahasa Yunani, yang artinya "panjang umur" atau "hidup sehat." Program diet microbiotic ini mensupport cara hidup dari philosophy bangsa Timur yang mengutamakan keseimbangan dalam menu makanan, untuk mencapai kesimbangan antara Yin dan Yang.

Makanan yang tergolong Yin adalah jenis makanan yang dingin, manis, dan pasif. Sementara makanan yang panas, asin, dan agresif di golongkan sebagai Yang.

Microbiotic diet ini juga didasari oleh pemikiran bahwa semua makanan yang dimasak itu akan kehilangan nutrisinya. Semakin lama suatu makanan dimasak, maka semakin banyak nutrisinya yang hilang.

Dari pemikiran seperti inilah kemudian disimpulkan bahwa kita seharusnya memakan makanan dalam kondisi aslinya, agar nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak rusak.

Cara diet seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang baru, karena cara diet seperti ini sudah lama diterapkan, misalnya oleh para biksu dan rishi dari berbagai belahan dunia.

Makanan apa saja yang diperbolehkan dalam program diet ini?

Program diet microbiotic ini sebenarnya mudah untuk diikuti setelah anda tahu apa saja yang boleh dimakan. Menu diet hariannya dibagi-bagi menjadi berbagai kelompok makanan.

Pada intinya, menu dasar dari program diet ini adalah:

  • 50% whole grains atau nasi
  • 25% sayuran musiman, baik yang dimasak maupun mentah
  • 10% protein - misalnya ikan
  • 5% rumput laut
  • 5% sup
    5% buah-buahan atau kacang-kacangan

Makanan apa saja yang harus di hindari?

Sayangnya, program diet ini banyak melarang jenis-jenis makanan yang umumnya kita sukai. Ini karena makanan-makanan tersebut terlalu banyak mengandung Yin atau Yang, dan itu akan menyebabkan hilangnya keseimbangan.

Secara umum, makanan yang harus dijauhi antara lain:

  • Maknanan yang sudah diproses
  • Makanan yang sudah dihaluskan (misalnya gula dan tepung putih)
  • Makanan yang terbuat dari hewan misanya daging, ayam, susu, dan keju
  • Coklat
  • Soda
  • Produk-produk yang mengandung kafein (terutama kopi)

Apa saja menu hariannya?

Menu harian dari program diet ini akan terdiri dari:

  • Minum air putih setelah bangun dari tidur, dan dilanjutkan dengan teh herbal
  • Sarapan dengan buah dan air lemon ditambah sedikit madu
  • Makan siang dengan salads mentah, tauge, dan berbagai tanaman dengan ditambah lemon dan sedikit garam
  • Malam hari dilanjutkan dengan teh herbal atau jus sayuran
  • Untuk makan malamnya, salad tahu atau salad ikan rebus 

Apa saja keunggulan dari program diet ini?

Tampaknya, ada banyak manfaat yang bisa diberikan oleh program diet ini terhadap kesehatan. Jika diiringi dengan rutinitas fitness, maka program diet microbiotic ini bisa membantu anda untuk menurunkan berat badan.

Dan karena diet ini memfokuskan diri pada makanan-makanan yang rendah lemak saturated serta banyak menyertakan serat, maka program diet ini dapat membantu anda untuk menurunkan resiko terkena penyakit:

  • jantung,
  • kolesterol tinggi,
  • Serangan jantung,
  • dan stroke

Selain itu, ada beberapa klaim yang mengatakan bahwa program diet ini bisa membantu untuk mengurangi gejala-gejalan penyakit tertentu, misalnya kanker dan AIDS.

Namun, klaim-klaim ini masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Apa saja kekurangan dari program diet ini?

Banyak ahli nutrisi dan pakar kesehatan yang mengekspresikan keprihatinannya terhadap program diet microbiotic ini, terutama jika diikuti dengan sangat ketat.

Pola makan microbiotic yang sangat ketat bisa menyebabkan kekurangan kalori dan menjadi kelaparan. Menu dari program diet ini juga sangat rendah dalam vitamin dan mineral inti, misalnya kalsium, zat besi, dan vitamin D.

Untuk alasan inilah maka ibu-ibu yang sedang menyusui dan anak-anak seharusnya tidak mengikuti diet ini.

Tapi menurut para pendukung program diet ini, hidup sejalan dengan hukum alam itu artinya adalah hanya memakan makanan yang diperlukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing, dan mempelajari cara terbaik untuk mengubah gaya hidup.

Dengan mempelajari efek dari berbagai makanan, membuat kita jadi bisa menangkal pengaruhnya dan mempertahankan kondisi kesehatan secara dinamis.

Selain itu, dengan mengikuti program diet microbiotic ini, maka seseorang bisa mencegah berbagai gangguan penyakit dan membuat tubuh jadi awet muda. Sebab, makanan-makanan yang terkandung di dalam menu diet ini kaya akan nutrisi. Hidup dengan cara seperti itu dapat membuat kita jadi lebih sehat dan awet muda.